Rabu, 23 Januari 2013

Al-Qur'an Online

Ayo mengaji kawan =)
 Al-Qur'an nya disini sob..

"A'udzubillahiminas syaitonirrojiiim , Bismillah ir-Rahman ir-Rahim..."

Jadwal Waktu Shalat

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا 



“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.[QS.AnNisa’(4):103]  

Penentuan Jadwal Waktu Shalat 

http://www.jadwalsholat.org/wp-content/uploads/2011/08/waktushalat.jpg

 Kaidah penentuan jadwal shalat yaitu “Pergerakan Matahari ” dilihat dari bumi. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pelbagai kemudahan terus dibuat dan membuat lebih praktis dalam segala hal termasuk dalam beribadah khususnya shalt fardu. Diatas ini jadwal shalat fardu, semoga bisa mempermudah kita untuk sholat pada waktunya. Yang saya cantumkan diatas adalah jadwal untuk satu bulan ini, Anda bisa juga melihat jadwal Sholat hari ini. Apabila Anda ingin menampilkan di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda. Jaman dahulu sebelum kaum muslimin menemukan hisab/perhitungan falak/astronomi, waktu shalat ditentukan berdasarkan pengamatan terhadap gejala alam dengan melihat langsung matahari. Kemudian berkembang dengan dibuatnya Jam Surya atau Jam Matahari serta Jam Istiwa atau sering disebut Tongkat Istiwa dengan kaidah bayangan matahari.

JADWAL SHOLAT

Jadwal Waktu Sholat – Jadwal Shalat  

Jadwal Sholat dalam bentuk lebih ringkas atau Jadwal Sholat Untuk Hari ini. Semoga bisa membantu dalam meningkatkan ibadah kita.
Penentuan Jadwal Shalat Fardhu
Dari sudut pandang Fiqih penentuan waktu shalat fardhu seperti dinyatakan di dalam kitab-kitab fiqih adalah sebagi berikut :

Waktu Subuh  

 Waktunya diawali saat Fajar Shiddiq sampai matahari terbit (syuruk). Fajar Shiddiq ialah terlihatnya cahaya putih yang melintang  mengikut garis lintang ufuk di sebelah Timur akibat pantulan cahaya matahari oleh atmosfer. Menjelang pagi hari, fajar ditandai dengan adanya cahaya samar yang menjulang tinggi (vertikal) di horizon Timur yang disebut Fajar Kidzib atau Fajar Semu yang terjadi akibat pantulan cahaya matahari oleh debu partikel antar planet yang terletak antara Bumi dan Matahari. Setelah cahaya ini muncul beberapa menit kemudian cahaya ini hilang dan langit gelap kembali. Saat berikutnya barulah muncul cahayamenyebar di cakrawala secara horizontal, dan inilah dinamakan Fajar Shiddiq. Secara astronomis Subuh dimulai saat kedudukan matahari  ( s° ) sebesar 18° di bawah horizon Timur atau disebut dengan “astronomical twilight”  sampai sebelum piringan atas matahari menyentuh horizon yang terlihat (ufuk Hakiki / visible horizon). Di Indonesia khususnya Departemen Agama menganut kriteria sudut  s=20° dengan alasan kepekaan mata manusia lebih tinggi saat pagi hari karena perubahan terjadi dari gelap ke terang.

Waktu Zuhur 

 Disebut juga waktu Istiwa (zawaal) terjadi ketika matahari berada di titik tertinggi. Istiwa juga dikenal dengan sebutan Tengah Hari (midday/noon). Pada saat Istiwa, mengerjakan ibadah shalat (baik wajib maupun sunnah) adalah haram. Waktu Zuhur tiba sesaat setelah Istiwa, yakni ketika matahari telah condong ke arah Barat. Waktu tengah hari dapat dilihat pada almanak astronomi atau dihitung dengan menggunakan algoritma tertentu. Secara astronomis, waktu Zuhur dimulai ketika tepi piringan matahari telah keluar dari garis zenith, yakni garis yang menghubungkan antara pengamat dengan pusat letak matahari ketika berada di titik tertinggi (Istiwa). Secara teoretis, antara Istiwa dengan masuknya Zuhur ( z° ) membutuhkan waktu 2 menit, dan untuk faktor keamanan biasanya pada jadwal shalat waktu Zuhur adalah 4 menit setelah Istiwa terjadi atau z=1°.

Waktu Ashar  

Menurut Mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali, waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri. Sementara Madzab Imam Hanafi mendefinisikan waktu Ashar jika panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri. Waktu Ashar dapat dihitung dengan algoritma tertentu yang menggunakan trigonometri tiga dimensi. Secara astronomis ketinggian matahari saat awal waktu Ashar dapat bervariasi tergantung posisi gerak tahunan matahari/gerak musim. Di Indonesia khususnya Departemen Agama menganut kriteria waktu Ashar adalah saat panjang bayangan = panjang benda + panjang bayangan saat istiwa. Dengan demikian besarnya sudut tinggi matahari waktu Ashar ( a° ) bervariasi dari hari ke hari.

Waktu Maghrib   

Diawali saat matahari terbenam di ufuk sampai hilangnya cahaya merah di langit Barat.Secara astronomis waktu maghrib dimulai saat seluruh piringan  matahari masuk ke horizon  yang terlihat (ufuk Mar’i / visible horizon) sampai waktu Isya yaitu saat kedudukan matahari  sebesar i° di bawah horizon Barat.  Di Indonesia khususnya Departemen Agama menganut kriteria sudut i=18° di bawah horison Barat.
Waktu ‘Isya  Diawali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit Barat, hingga terbitnya Fajar Shiddiq di Langit Timur. Secara astronomis, waktu Isya  merupakan kebalikan dari waktu Subuh yaitu dimulai saat kedudukan matahari  sebesar i° di bawah horizon Barat sampai sebelum posisi matahari sebesar s° di bawah horizon Timur.

Waktu Imsak 

  Diawali 10 menit sebelum Waktu Subuh dan berakhir saat Waktu Subuh. Ijtihad 10 menit adalah perkiraan waktu saat Rasulullah membaca Al Qur’an sebanyak 50 ayat waktu itu. Untuk waktu Imsak ini saya kutipkan dari pelbagai sumber, karena ada pergeseran interpretasi akan tujuan imsak diadakan. Awal mula imsak diperkenalkan kepada masyarakat menurut saya sebagai peringatan bahwa sebentar lagi waktu sahur akan habis. Artinya pada saat imsak tersebut waktu sahur belum habis tetapi dihimbau untuk mengurangi aktivitas makan dan minum karena khawatir kebablasan. Layaknya lampu kuning pada traffic light, artinnya siap-siap sebentar lagi puasa dimulai. Namun seiring waktu berjalan imsak ini terasimilasi kedalam ranah payung hukum puasa dimana banyak yang memahami imsak sebagai waktu awal dimulainya berpuasa.
Sampai saat ini masih banyak ditemukan orang yang berpegang teguh kepada pendapat bahwa imsak itu merupakan awal dimulainya ibadah puasa. Meraka akan menghindari makan dan minum setelah imsak meski waktu subuh belum datang karena akan membatalkan puasa mereka.

masih banyak hal-hal yang berkenaan dengan ibadah namum minim informasi sehingga sering kali terjadi salah penafsiran di kalangan masyarakat, salah satunya imsak ini. Oleh karena itu pihak terkait harus bisa lebih memberikan informasi yang benar, akurat, dan lengkap ketika akan membuat dan mengeluarkan suatu aturan yang berfungsi untuk menunjang aktivitas tertentu agar bisa difahami sebagaimana mestinya.
menahan diri dari makan dan minum adalah mulai terbitnya fajar (masuknya waktu shubuh). Dasarnya firman Allah Ta’ala,
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (Qs. Al Baqarah: 187)

Juga dasarnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


الفَجْرُ فَجْرَانِ ، فَجْرٌ يُحْرَمُ الطَّعَامُ وَتَحِلُّ فِيْهِ الصَّلاَةُ ، وَفَجْرٌ تُحْرَمُ فِيْهِ الصَّلاَةُ (أَيْ صَلاَةُ الصُّبْحِ) وَيَحِلُّ فِيْهِ الطَّعَامُ
  
“Fajar ada dua macam: [Pertama] fajar diharamkan untuk makan dan dihalalkan untuk shalat (yaitu fajar shodiq, fajar masuknya waktu shubuh, -pen) dan [Kedua] fajar yang diharamkan untuk shalat (yaitu shalat shubuh) dan dihalalkan untuk makan (yaitu fajar kadzib, fajar yang muncul sebelum fajar shodiq).” 

 Dasarnya lagi adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ بِلاَلاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ

“Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari. Makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.” (HR. Bukhari )

Seorang periwayat hadits ini mengatakan bahwa Ibnu Ummi Maktum adalah seorang yang buta dan beliau tidaklah mengumandangkan adzan sampai ada yang memberitahukan padanya “Waktu shubuh telah tiba, waktu shubuh telah tiba.”

Demi menjaga “keamanan” terhadap jadwal waktu shalat yang biasanya diberlakukan untuk suatu kawasan tertentu, maka dalam hal ini setiap awal waktu shalat menggunakan kaidah “ihtiyati” yaitu menambahkan beberapa menit dari waktu yang sebenarnya. Besarnya ihtiyati ini biasanya ditambahkan 2 menit di awal waktu shalat dan dikurangkan 2 menit sebelum akhir waktu shalat.

Akibat pergerakan semu matahari 23,5° ke Utara dan 23,5° ke Selatan selama periode 1 tahun, waktu-waktu tersebut bergesar dari hari-kehari. Akibatnya saat waktu shalat juga mengalami perubahan. oleh sebab itulah jadwal waktu shalat disusun untuk kurun waktu selama 1 tahun dan dapat dipergunakan lagi pada tahun berikutnya. Selain itu posisi atau letak geografis serta ketinggian tempat juga mempengaruhi kondisi-kondisi tersebut di atas.
Berdasarkan konsep waktu menggunakan posisi matahari secara astronomis para ahli kini berusaha membuat rumus waktu shalat berdasarkan letak geografis dan ketinggian suatu tempat di permukaan bumi dalam bentuk sebuah program komputer yang dapat menghasilkan sebuah tabulasi data secara akurat dalam sebuah “Jadwal Waktu Shalat”. Kini software waktu shalat terus dibuat dan dikembangkan diantaranya: Accurate Times, Athan Software, Prayer Times, Mawaqit, Shalat Time dsb. serta software produksi BHR Departemen Agama yang disebarluaskan secara nasional yaitu Winhisab. Program ini masih terlalu sederhana untuk kelas Nasional dan saya yakin BHR bisa membuat yang lebih baik lagi.

Waktu Shalat Sunah

Tidak semua shalat sunah mempunyai waktu tertentu melainkan beberapa shalat sunah sudah diatur waktunya. Waktu-waktunya adalah mengikuti waktu shalat yang dianjarkan Nabi Muhammad s.a.w. Diantara shalat sunahyang dilakukan mengikuti waktu tertentu adalah:

  1. Shalat Dhuha - dilakukan ketika waktu matahari baru naik (mengikut pandangan beberapa ulama, pada ketinggian segalah atau tujuh hasta) atau sekitar 3,5° ketinggian Matahari.
  2. Shalat Ied - dilakukan pada waktu pagi hari raya yang pertama bagi kedu jenis hari raya tersebut, umumnya dilakukan pada waktu Dhuhayaitu waktu matahari baru naik (mengikut pandangan sebagianulama, pada ketinggian segalah)
  3. Shalat Tarawih - dilakukan pada waktu Isya’ (umumnya dilakukan selepas Shalat Isya’ sebelum kemunculan waktu imsak)
  4. Shalat Sunat Gerhana - dilakukan pada waktu gerhana (matahari atau bulan) sedang terjadi.
  5. Shalat Sunat Rawatib - dilakukan sebelum dan selepas solat fardhu. Tidak semua solat mempunyai kedua-dua solat sunat.

Waktu Haram Shalat

Berikut adalah waktu yang diharamkan solat (sebagian ulama mengatakan berlaku bagi selain tanah haram):
  1. Waktu selepas shalat Subuh hingga terbit matahari.
  2. Waktu mulai terbit matahari (syuruk) hingga matahari berada di kedudukan pada kadar segalah (tujuh hasta).
  3. Waktu rambang (zawal, istiwa, rembah) atau waktu tengahari (matahari tegak) hingga gelincir matahari kecuali hari Jumaat.
  4. Waktu selepas shalat Asar hingga matahari kekuningan.
  5. Waktu matahari kekuningan hingga matahari terbenam.

Senin, 21 Januari 2013

CARA ALLAH MENYAYANGI HAMBANYA

Mungkin banyak yang mengeluh atau mungkin kehilangan semangat ketika Allah memberikan cobaan hidup kepada kita. terasa begitu berat dan mencoba untuk lari dari hidup ini, Cobaan dan ujian yang datang beruntun pada diri kita  Dan bahkan sampai menyalahkan sang khaliq atas cobaan dalam hidup kita ini.
hendaklah pandai diri dalam menyikapinya, pandai dalam mengambil sisi positif dari segala tantangan hidup ini. Karena sesungguhnya apa yang terjadi dalam diri kita adalah tempaan agar kita menjadi lebih tangguh dan melatih kesabaran kita. "sabar". Memang mudah sekali untuk mengatakan kata . Saya dan siapapun pasti mudah mengucapkan kata ini, tapi  faktanya "sabar" itu tak semudah pengucapannya, butuh latihan,  butuh juga cobaan hidup dari Allah, ujian hidup dari Allah, jika kita dapat melewatinya barulah kita dapat di katakan sabar.menurut saya, beruntunglah jika Allah memberikan ujian atau cobaan lebih banyak kepada kita. karena kita akan lebih banyak kesempatan untuk lebih pintar dalam menyikapi segala sesuatu, Allah tidak akan membiarkan kita mengatakan bahwa kita sudah beriman, sebelum Allah memberikan cobaan dan ujian kepada kita. Dan hanya orang beriman yang akan mendapat kebaikan kelak oleh Allah swt. Jika ia pandai bersyukur dan mampu bersabar. Bersyukur atas kelebihan dan bersabar atas kekurangan.Jika kita memandang cobaan hidup dan ujian hidup sebagai bentuk pengontrolan diri kita, maka InsyaAllah, Allah akan memberikan jaminan kualitas diri yang lebih mumpuni, mantap dan tangguh dari pada memilih untuk melarikan diri dari cobaan dan ujian hidup ini.sebenarnya Allah sayang kepada kita. Kita janganlah terlalu mengambil beban atas cobaan dan ujian hidup yang kita hadapi. Allah sangat teliti dalam meletakkan beban ujian di pundak kita. Allah tidak akan memberikan beban yang berlebihan kepada kita jika kita tidak mampu untuk menghadapinya. Jika ada cobaan hidup dan ujian hidup yang kita dapati terasa berat, itu karena allah mengangap kita kuat, kita wajib mensyukuri sgala yg diberikan Allah kepada kita


 " kenapa Allah aku saja yang Kau berikan cobaan dan ujian seperti ini?"

kenapa yang lain tidak kau berikan seperti saya, tidak adil ini namanya Allah. Yang lain tidak Kau berikan lebih berat dari pada saya, hidupnya tidak seperti saya, mengapa harus saya menghadapinya?.
Maka cepat-cepatlah kita lenyapkan  prasangka buruk kepada-Nya. Sesungguhnya beruntunglah Allah memilih kita, sebab Allah tahu, kitalah yang sanggup untuk memikulnya, kita punya kadar kesanggupan untuk melewatinya. pada saat kita diberikan cobaan dan sedang terpuruk di dalamnya, bagaimanakah seharusnya sikap kita? Pertanyaan inilah yang ditanyakan sahabat saya ketika suatu saat saya sedang terpuruk. Sabar, ikhlas, ataukah kuat? Jadilah seorang yang kuat. Kuat untuk bersabar, kuat untuk ikhlas, serta kuat untuk menghadapi dan menyelesaikan cobaan.

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka ditimpakan ujian padanya.”
 (HR. Bukhari)

”Jika Allah mencintaii seorang hamba, Allah ilhamkan kepadanya ketaatan, Allah biasakan ia dengan qana’ah (menerima apa yang ada), Allah karuniakan baginya pemahaman agama, Allah menguatkannya dengan keyakinan, Allah cukupkan baginya dengan sifat al-kafaf (merasa cukup dengan rezeki yang memadai) , Allah memakaikannya dengan sifat al-‘afaf.

Sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada jiwa semua manusia ketaatan dan maksiat, namun beruntunglah orang yang mengambil ilham ketaatan dan merugilah orang yang mengambil ilham kemaksiatan.


“Maka Allah ilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaan" (QS Al-Syams [91] : 8)
 

sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya.” 
(QS Al-Syams [91] : 9)  

Dan Allah mencintai orang yang terilhami oleh ketaatan dan ketakwaan, lalu ia bersegera menyucikan jiwanya dengan melakukan ketaatan dan ketakwaan sehingga Allah akan selalu memberinya petunjuk dengan NUR (cahaya) dan FURQAN (pembeda).


Ayo kita taklukan cobaan dan ujian hidup yang kita hadapi pada diri kita, InsyaAllah pasti ada hikmah pada setiap kejadian yang kita alami pada hidup ini, pasti ada sisi positif pada setiap cobaan yang kita hadapi ini. Teruslah bersemangat hadapi tantangan ini. Semoga Allah merahmati kita bersama, dalam iman yang ihsan , penuh kerinduan dan Mahabbah kepada Allah , terbaik yang Allah pilihkan .. aamiin.



Rabu, 16 Januari 2013

manfaat-manfaat puasa sunnah senin kamis

Salah satu cara mendekatkan hati kepada Allah yaitu melaksanakan puasa . yang akan saya bahas disini adalah manfaat-manfaat puasa sunnah senin kamis , Ibadat puasa adalah ibadah dikerjakan dengan menahan lapar dan dahaga sejak terbitnya fajar  hingga terbenamnya matahari (masuk waktu Maghrib). hikmah dan manfaat ibadat puasa ialah menginsafkan diri bahawa kita pada hakikatnya adalah makhluk yang dhaif yang perlu sentiasa menghampirkan diri dan beribadat kepada Allah s.w.t. serta mengharapkan limpah kurnia-Nya. Puasa termasuk amalan yang sangat utama. Dengan puasa seseorang akan terlepas dari berbagai godaan syahwat di dunia dan terlepas dari siksa neraka di akhirat. Puasa pun ada yang diwajibkan dan ada yang disunnahkan. Setelah kita menunaikan yang wajib, maka alangkah bagusnya kita bisa menyempurnakannya dengan amalan yang sunnah. Ketahuilah bahwa puasa sunnah nantinya akan  menambal kekurangan yang ada pada puasa wajib. Oleh karena itu, amalan sunnah sudah sepantasnya tidak diremehkan.Allah berfirman :

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan berpuasa atas kamu sebagaimana diwajibkan atas umat-umat yang terdahulu sebelum kamu, semoga kamu bertakwa" (Surah al-Baqarah:183) 

keistimewaan puasa lainnya diantaranya adalah :

  1. Mendidik nafsu ammarah (yang lebih banyak mengajak kepada keburukan) agar berubah menjadi nafsu lawwamah dan seterusnya meningkat kepada nafsu mutmainnah yakni nafsu yang tenang tenteram, bersedia menjunjung titah perintah Allah s.w.t. 
  2.  Tanda bersyukur kepada Allah s.w.t. atas limpah kurnia nikmatNya yang tidak terhingga
  3.  Melatih dan mendidik jiwa supaya mempunyai sifat kasihan belas terhadap orang-orang yang susah menderita dan kurang bernasib baik kehidupan mereka
  4.  Membersihkan diri daripada sifat-sifat mazmumah (keji) seperti tamak, sombong, hasad dengki dan lain-lain lagi
  5.  Mendidik jiwa agar bersifat sabar, dan mampu bertahan dalam cobaan perjuangan hidup
  6.  Memperoleh kecerdasan akal dan fikiran seperti yang disebut  dalam satu riwayat: "Orang yang lapar perutnya itu tajamlah fikirannya dan teranglah hatinya."
Semoga Allah memudahkan kita melakukan amalan yang mulia ini. Amalan yang rutin biar pun sedikit, itu lebih baik. Semoga Allah mudahkan.Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
 

Minggu, 06 Januari 2013

Ayat Al-Kursi

Ayat 255 dari Surah Al-Baqarah yang lebih dikenali sebagai ‘Ayat Al-Kursi’ ini juga digelar ‘Penghulu Segala Ayat Al-Quran’. Ayat ini disebut ‘Ayat Kursi’ kerana di dalamnya terdapat perkataan ‘KURSI’, bermaksud ‘Tempat Duduk Yang Megah Lagi Yang Mempunyai Martabat’.  yaitu syiar atas kebesaran Tuhan yang meliputi 7 lapis langit dan 7 lapis bumi.


 surah / surat : Al-Baqarah Ayat : 255



 
allaahu laa ilaaha illaa huwa alhayyu alqayyuumu laa ta/khudzuhu sinatun walaa nawmun lahu maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi man dzaa alladzii yasyfa'u 'indahu illaa bi-idznihi ya'lamu maa bayna aydiihim wamaa khalfahum walaa yuhiithuuna bisyay-in min 'ilmihi illaa bimaa syaa-a wasi'a kursiyyuhu alssamaawaati waal-ardha walaa yauuduhu hifzhuhumaa wahuwa al'aliyyu al'azhiimu

" Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi [161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

[161] Kursi dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya.

Hikmat Ayat Al-Kursi

Ayat Kursi adalah seutama-utama ayat dalam Al-Quran. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Fadhilat dan kehebatan ayat ini telah diterangkan dalam 99 hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan lain-lain. Antaranya adalah:
  • Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara Allah sebagaimana Dia memelihara Nabi Muhammad SAW.
  • Sesiapa berwudhuk lalu membaca ayat Al-Kursi sekali, nescaya Allah akan meninggikan darjatnya setinggi 40 darjat dan Allah akan mendatangkan para malaikat menurut bilangan hurufnya, seraya berdoa untuk sipembaca sehinggalah ke hari Qiamat.
  • Sesiapa membaca Al-Qursi sebelum keluar rumah, maka Allah mengutuskan 70 000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan untuknya.
  • Sesiapa sentiasa membaca ayat Al-Kursi, nescaya Allah akan kurniakan kepada ahli rumahnya kebaikkan yang tidak terhitung banyaknya.
  • Membacanya dapat menghilangkan rasa marah, dijauhi bala bencana dan gangguan syaitan.
  • Sesiapa membacanya ketika dalam kesempitan nescaya Allah azza wa jalla akan memberikan pertolongan kepadanya dan jika seseorang itu miskin akan menjadi kaya.
  • Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segala kefakiran didepan matanya.
  • “Sesiapa dikalangan umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi Jumaat, kemudian berwuduk dan solat sunat dua rakaat, Allah memelihara daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar.”
Sesiapa membacanya nescaya Allah mengutuskan malaikat untuk menulis kebaikannya dan menghapuskan keburukannya dari detik itu sampai esok hari,
  • Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, InsyaAllah, boleh menyebabkan syaitan dan jin terbakar.
  • Di tengah malam atau  dikuti solat Hajat, Insya Allah berhasil hajatnya.
  • Memperolehi hidayah dan petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  • Meningkatkan kecerdikan dan terang hati,
  • Terlepas dari masalah dan kesukaran serta dimudahkan rezeki dan cita-cita.

 Mereka yang beramal dengan bacaan ayat Kursi akan :

  • Mendapat pertolongan serta perlindungan Allah daripada gangguan serta hasutan syaitan.
  • Terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasuki rumah.
  • Allah akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.


barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas solat fardhu, ia akan :

  • Berada dalam lindungan Allah hingga solat yang lain dan terpelihara daripada tipu daya dan ganguan syaitan.
  • Allah menganugerahkannya hati-hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala para nabi juga dilimpahkan padanya rahmat.
  • Allah akan mengambil rohnya seperti orang yang berperang bersama para nabi sehingga mati syahid.
  • Terpelihara dari kekerasan malaikat maut dan dibangkitkan bersama para Mujahid yang berjihad beserta para Anbiya.
  • Allah Azza Wa Jalla tidak menegah akan dia daripada masuk syurga.
  • Dikurniakan pahala seumpama pahala orang yang muttaqin dan pahala balasan amal orang-orang siddiqin iaitu syurga.
 barang siapa yang  membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, ia akan :


  • Allah SWT. mewakilkan dua Malaikat memeliharanya dan menjaga selama tidurnya hingga subuh.
  • Allah akan membuka pintu rahmat baginya hingga ke Subuh, dan mengurniakan kota nur menurut bilangan rambut dibadannya.
  • Terselamat dari kecurian, kebakaran dan kekaraman.
  • Allah mengurniakan keselamatan kepadanya dan jiran- jirannya.
  • Jika sipembacanya meninggal dunia pada malam itu, ia dikira mati syahid.
Semua khasiat dan fadhilat di atas tidak akan berlaku tanpa izin Allah SWT, bergantung atas keyakinan kita padaNya iaitu hikmah kalamnya terhadap mereka yang beriman dan bertaqwa pada Allah SWT dan RasulNya Nabi Muhammad SAW.
Oleh itu carilah keredaan Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya di samping berikhtiar dengan sesungguh hati.

Sabtu, 05 Januari 2013

Dzikir sesudah shalat



Ada sebagian muslim bila selesai mengerjakan sholat lima waktu langsung meninggalkan tempat sholatnya ,
lalu berdiri untuk segera kembali meneruskan kesibukan duniawinya. Mereka tidak menyempatkan diri untuk berhenti sejenak membaca wirid ataupun bacaan-bacaan yang sesungguhnya dianjurkan dan dicontohkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Dianjurkan sesudah selesai shalat supaya membaca dzikir-dzikir (wirid-wirid) sebab sangat besar faedahnya . berikut adalah Dzikir-dzikir sesudah shalat :

Astaghfirullaahal ‘adhiimalii waliwalidayaa wali ash-habil huquuqi ‘alayya walijamii’il mu’miniina walmukminaati wal muslimiina wal muslimaatil ahyaa-I minhum wal amwaati .

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu wahuwa ‘ala kulli syai-in qadiirun

 Allaahumma antas salaam waminkas salaamu wailaika ya’uudus salaamu fahayyinaa rabbanaa wata’aalaita yaadzal jalaali wal ikraami.

Membaca surat Al Fatihah

Membaca ayat kursi

Shaidallaahu innahu laa ilaaha illa huwa wa-ulul’ilmi waa iman bil qisthi laa ilaaha illa huwal ‘aziizul hakiimu innaddiina ‘indallaahil islaamu. Qulillahumma maalikal mulki tuktil mulkaman tasyaa-u watanzi’ul mulka miman tasyaau watuizzu man tasyaa-u watudzillu man tasyaa-u biyadikal khairu innaka ‘ala kulli syai-in qadiirun Tuulijul laila fin nahaari watuulijun nahaara fil laili watukhrijul hayya minal mayyiti watukhrijul mayyita minal hayyi watar zuqu man tasyaa-u bighairi hisaabin.
 Subhanallaah 33x
 Alhamdulillaahi 33x
Allaahu Akbar 33x
Allaahu Akbar kabiiran walhamdu lillaahi katsiiran wasubhaanallaahi bukratan wa ashiilan. Laa ilaaha illallaahu wah dahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu yuhyi wamiitu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiirun Laa haula walaa quwwata illa billaahil ‘aliyil ‘adhiimi


 Dilanjutkan dengan doa: Doa Setelah Sholat Fardhu 1

 Allaahumma laa maani’a lima a’thaita walaa mu’thi limaa mana’ta walaa haadiya limaa adl-lalta walaa mubaddila limaa hakamta walaa rad dalimaa qadlaita walaa yanfa’u dzaljaddi minkal jaddu laa ilaaha illa anta Allaahumma shali ‘alaa sayyidina muhammadin ‘abdika warusuulikan nabiyyil ummiyi wa’alaa aalihi wa ashabihi wasallim. Wahasbunallaahu wani’mal wakiilu walaa haula walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adhiimi. Astaghfirullaahal ‘adhiima.

Doa Setelah Sholat Fardhu 2

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillaahi Rabbil ‘alaamiin. Hamdan yuwaafii ni’amahu wa yukaafi maziidahu. Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yan baghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanika. Allaahumma shali’alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Allaahumma rabbanaa taqbbal minna shalaatanaa washiyaamanaa wa rukuu’anaa wa sujuudanaa wa qu’uudanaa wa tadharru’anaa wa takhasy-syu’anaa wa ta’abbudanaa wa tammim taqshiiranaa ya Allaahu ya Rabbal ‘alaamiina. Rabbanaa zhalamnaa anfusa-naa wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lana kuunannaa minal khasiriina. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alaina israh kamaa hamaltahu ‘alalladziina min qablinaa. Rabbanaa laa tauzigh quluubanaa ba’da idz hadaitana wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu. Rabbanaghfir lanaawali waalidiinaa wa lijamii’il muslimiina wal muslimaati wal mu’miniina wal mu’minaati al ahyaa-I minhum wal amwaati innaka ‘alaa kulli syai-in qadiirun. Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaabannaari. Allaahummaghfir lanaa dzunuubanaa wa kaffir ‘annaa sayyi-aatinaa wa tawaffanaa wa-‘al abraari. Subhana Rabbika Rabbil ‘izzati ‘amma yashifuuna wa salaamun ‘alal mursaliina walhamdu lillaahi Rabbil aalamiin.